Unduh Adobe Flash player
Di sini temen-temen bisa dapatkan ilmu yg bermanfaat mulai dari tips-trick, hacker and cracker, masalah instalasi, jaringan,service HP, pembelajaran wajib,software,templats,tutorial,you tube dan masih banyak lagi yg penting ada kemauan untuk bisa, mari kita belajar sama-sama bersama saya munawir usman temen-temen bisa hubungi saya melalui Nomor HP pribadi saya 087763395633
MUNAWIR USMAN TKJ SMK N 2 SELONG

petak artikel


  • google
  • [ - Munawir Usman - ]
  • Komponen dan Penggunaan Alat Elektronika
    28 Mei 2012 by Munawir Usman in Label:



       
    A.Komponen Elektronika
    Ada banyak sekali komponen yang dibutuhkan.Namun kita hanya akan membahas mengenai:
    1. Resistor
    2. Kapasitor
    3. Dioda
    4. Transistor

    1] Resistor
    a. Pengertian Resistor
                Resistor adalah komponen dasar elektronika yang berfungsi untuk membatasi arus yang masuk ke rangkaian.Selain itu,resistor juga berfungsi untuk mengatur komponen aktif.Pada resistor,arus AC tidak bisa masuk,sedangkan arus DC bisa.
    Resistor disebut juga komponen pasif.Komponen pasif adalah komponen yang mengambil energi dari sumber dan akan mengubahnya ke bentuk lain atau menyimpannya dalam medan listrik / medan magnet.Contoh komponen pasif lainnya adalah kapasitor dan induktor.
    Resistor atau hambatan r diukur dalam satuan Ohm ( disimbolkan dengan “ Ω “ ).Bila dihubungkan dengan tegangan v ( satuannya Volt ) dan kuat arus I ( satuannya Ampere ) mempunyai rumus sebagai berikut :
    V = I . R
    R = V / I
    b. Mengukur Nilai Resistor
    Ada dua cara untuk mengukur nilai resistor yaitu :
    Menggunakan Aturan Kode Warna
    Aturannya disebut juga aturan Cincin Newton.Sesuai nama penemunya yaitu Issac Newton.
    Aturan ini akan dijabarkan melalui table berikut:
    Nama Cincin
    Cincin I
    Cincin II
    Cincin III
    Cincin IV
    Cincin IV
    Angka ke-I
    Angka ke-II
    Angka ke-III
    Pengali
    Toleransi
    Hitam
    0
    0
    0
    x 100

    Coklat
    1
    1
    1
    x 101
    + 1 %
    Merah
    2
    2
    2
    x 102
    + 2 %
    Jingga
    3
    3
    3
    x 103

    Kuning
    4
    4
    4
    x 104

    Hijau
    5
    5
    5
    x 105

    Biru
    6
    6
    6
    x 106

    Ungu
    7
    7
    7
    x 107

    Abu – Abu
    8
    8
    8
    x 108

    Putih
    9
    9
    9
    x 109

    Emas



    x 10 -1
    + 5 %
    Perak



    x 10 -2
    + 10 %
    Tanpa Warna




    + 20 %



    Pada umumnya resistor berdasarkan cincin warna terbagi 2:
    1. Resistor dengan 4 cincin
    2. Resistor dengan 5 cincin
    Ada aturan khususnya.Sesuai dengan tabel diatas,cincin I dan cincin II tetap dibaca sebagai mana mestinya.Namun Untuk cincin ke-III kita gunakan sebagai pengali dan cincin ke-IV sebagai toleransi.

    Pembacaanya sesuai dengan tabel.
    Contoh : “Tentukan nilai resistor dengan warna Merah Ungu Biru Emas
    Penyelesaian :
    Merah
    Ungu
    Biru
    Emas
    Hasil
    2
    7
    x 106
    + 5 %


    Mengukur Nilai Resistor dengan menggunakan alat pengukur
    Pada laporan ini alat ukur yang akan digunakan adalah Multimeter atau Avometer
    ( Ampere,Volt,Ohm meter ).
    Cara menggunakannya adalah :
    Pastikan sakelar multimeter / avometer berada pada posisi Ohm ( Ω ).Ingat ! kabel merah di multimeter merupakan kutub positif.Sedangkan kabel hitam merupakan kutub negatif.Pastikan kalibrasi multimeter sudah tepat yaitu tepat di angka nol.Hubungkan kedua ujung resistor masing-masing ke satu kabel multimeter.Bacalah nilai yang ditunjukkan multimeter.

    c. Hukum Ohm
    Menurut hukum Ohm,ada tiga bentuk hubungan yang bisa terjadi pada resistor,yaitu:
    1. Hubungan Seri
    2. Hubungan Paralel
    3. Hubungan Campuran

    1. Hubungan Seri
    Hubungan seri adalah hubungan beberapa resistor secara seri atau berderet.Tegangan yang dimiliki masing-masing berbeda-beda tergantung resistornya.
    Pemasangan resistor secara seri mempunyai rumus:

    Rt = R1 + R2 + R3 + ……..+ R

     
     

    2. Hubungan Paralel
    Hubungan paralel adalah hubungan beberapa resistor secara paralel.Tegangan yang dimiliki masing-masing resistor adalah sama namun arusnya berbeda tergantung resistornya.
    Pemasangan resistor secara paralel mempunyai rumus :

    1/Rt = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ……..+ 1/Rn atau
    Rt = R1 x R2 x R3 x ……..x Rn
    R1 + R2 + R3 + ……..+Rn
    3. Hubungan Campuran ( hubungan seri-paralel )
    Hubungan campuran adalah hubungan beberapa buah resistor yang mempunyai rangkaian seri dan paralel.Cara menghitungnya yaitu dengan menggabungkan rumus hubungan seri dan hubungan paralel.
     
       



    2] Kapasitor
    Kapasitor biasa berfungsi untuk :
    1. Memkopling atau memperpanjang rangkaian
    2. Mem-bypass atau memendekkan rangkaian.
    Untuk menguji kelayakan kapasitor biasa ini,caranya yaitu:
    “Hubungkan kapasitor biasa ke multimeter,bila jarum penunjuk multimeter diam berarti kapasitor masih berfungsi dengan baik.Namun bila jarum bergerak,maka berarti kapasitor tersebut sudah rusak”
    b. Kapasitor Elektrolit

    Untuk menguji kelayakan kapasitor elektrolit ini,caranya yaitu:
    “Hubungkan kapasitor elektrolit ke multimeter,bila jarum penunjuk multimeter bergerak lalu kembali ke posisi awal (minimal 50 % dari jarak semula),berarti kapasitor masih berfungsi dengan baik.Namun bila jarum diam,maka berarti kapasitor tersebut sudah rusak”

    Pada kapasitor arus DC tidak bisa masuk,Namun arus AC bisa.Semakin besar nilai kapitansi,maka nilai tegangan semakin kecil.
    Rumus Kapasitor:
    Q = C . V
    C = Q / V
    Dimana :
    Q = Muatan ( Coulomb )
    C = Kapasitor ( Farad )
    V = Tegangan ( Volt )
    Beberapa ukuran kapasitor yaitu :
    Lambang
    Ukuran
    Keterangan
    F
    100
    Farad
    mF
    10-3
    Mili Farad
    µF
    10-6
    Mikro Farad
    nF
    10-9
    Nano Farad
    pF
    10-12
    Piko Farad

    Berikut tambahan tentang ukuran kapasitor :
    1n0 = 1 nano
    Bila tertulis 1n2,itu sama saja dengan 1,2 nF
    Bila di kapasitor tertulis 100,itu berarti nilainya 100 pF
    220 = 0,22 pF

    3] Dioda
    Dioda adalah komponen elektronika yang berguna untuk merubah arus AC menjadi DC.Dioda merupakan komponen aktif.Komponen aktif adalah sumber tegangan atau sumber arus yang mampu mensuplai energi ke jaringan.
    Untuk mengukurnya,lihat polaritas.Kutub positif dioda dihubungkan ke kabel negatif multimeter.Sedangkan kutub negatif dioda dihubungkan dengan kabel positif multimeter.
    4] Transistor
    Transistor adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai penguat sinyal.Berikut gambar transistor.
    Transistor mempunyai tiga kaki yaitu:
    a. Basis (B),sebagai tempat untuk input.Terletak di tengah atau sedikit jauh dari emitor dan colektor
    b. Emitor (E),Untuk memberikan arus yang dibutuhkan transistor.
    c. Colektor (C),sebagai tempat untuk output.
    Secara umumnya basis,emitor,colektor berfungsi dalam pemberian catudaya terhadap transistor,mengaktifkan transistor,dan mengatur arus yang masuk ke transistor.

    Poskan Komentar

    Popular Posts